Saat Bertemu Menag RI, Universitas Islam Madinah Tawarkan Prodi Teknik, Sains dan Komputer

SuhedriBusli – Wakil Rektor Bagian Pengajaran Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, Ibrahim bin Ali Al-Ubaid dan Wakil Rektor Bagian Pengembangan Mahmud bin Abdurrahman Muhammad Zain Qodah beserta rombongan menemui Menteri Agama RI di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (26/03).

Kepada Menag, Delegasi Universitas Islam Madinah, Arab Saudi ini mengungkapkan bahwa Universitas Islam Madinah membuka kesempatan kepada siswa berprestasi, baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta, untuk menimba ilmu pada 3 (tiga) fakultas, yakni: fakultas teknik, fakultas sains, dan fakultas komputer.

“Banyak sekali yang mengajukan agar dapat masuk ke Universitas Islam Madinah. Setiap tahun, hampir 100 ribu orang yang ingin masuk ke Universitas Islam Madinah, sedangkan yang diterima terbatas,” ujar Ibrahim seperti dilansir dari laman resmi Kemenag.

Ibrahim menjelaskan bahwa di Universitas Islam Madinah saat ini terdapat 23 ribu mahasiswa yang berasal dari 170 bangsa dan telah menelurkan 70 ribu alumni yang tersebar di seluruh dunia.

Wakil Rektor bagian pengembangan Mahmud bin Abdurrahman Muhammad Zain Qodah mengatakan bahwa Universitas Islam Madinah telah berdiri sejak 1960 dan mengkhususkan pada Agama dan Bahasa Arab (specialized university).

“Telah 58 tahun dari asasnya Universitas Islam Madinah merupakan Universitas yang mengkhususkan pada agama dan Bahasa Arab (specialized university). Akan tetapi 10 tahun terakhir mulai beralih pada comprehensive university, dengan menambah 3 fakultas baru, yakni: Teknik, Komputer dan Sains dengan menggunakan bahasa pengantar seratus persen Bahasa Inggris,” ujarnya.

Mahmud menyatakan bahwa pada tiga fakultas yang baru dibuka Universitas Madinah, jumlah mahasiswa Indonesia masih sedikit. Oleh karena itu, pihaknya mengundang calon mahasiswa berprestasi asal Indonesia dengan prasyarat menguasai Bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. Sebab, fakultas ini menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

“Jadi salah satu tujuan kita berjumpa Pak Menteri, untuk mendapatkan siswa-siswa terbaik dari sekolah-sekolah agama negeri atau swasta, yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama,” ujar wakil rektor keturunan Malaysia ini.

Menanggapi tawaran kerja sama dari Universitas Islam Madinah, Menag menjelaskan bahwa selama 5 tahun terakhir Kementerian Agama telah mencanangkan program 5.000 doktor.

“Sebagian menyelesaikan doktornya di Indonesia, tapi sebagian di luar negeri. Sebagian menempuh doktor di bidang ilmu-ilmu umum seperti komputer, kedokteran,” ujar Menag didampingi Direktur Diktis Arskal Salim.

“Kementerian Agama telah menandatangani MoU dengan beberapa perguruan tinggi di Eropa, juga di Arab Saudi seperti Ummul Quro, Ibnu Sa’ud, mungkin juga bisa dilakukan dengan Madinah,” ujar Menag.

Menag menyambut baik tawaran kerja sama dari Universitas Islam Madinah dan menginstruksikan Direktur Diktis Arskal Salim agar segera menindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan.

Sumber : https://ummatpos.com/19346/temui-menag-ri-universitas-madinah-buka-peluang-studi-bidang-teknis-sains-dan-komputer/

Add Comment